DSA Tegalsari - Keripik Buah Meningkatkan Ekonomi Lokal Masyarakat
PT. Astra Internasional melalui program Desa Sejahtera Astra (DSA) terus mendorong produk unggulan desa tembus pasar internasional. Selama empat tahun ini, program DSA telah memberikan manfaat di masyarakat. Termasuk peningkatan 16.345 tenaga kerja baru dan pendapatan sebesar 70 persen.
Sebagai bentuk dukungan Astra mendorong eskpor produk unggulan diwujudkan dalam program DSA. Sejauh ini terdapat sebanyak 86 jenis produk unggulan dari 207 DSA yang berhasil diekspor dengan total nilai transaksi sebesar Rp10,07 miliar sejak akhir tahun 2019 hingga bulan Maret 2022.
Salah satu Desa Sejahtera Astra (DSA) berada di Desa Tegalsari Banyuwangi dengan budidaya hasil perkebunan berupa olahan kripik buah - buahan. Dimana bisa menjadi peluanng industri karena bahan baku yang sudah pasti melimpah di Indonesia.
Keripik merupakan makanan ringan atau cemilan berupa irisan tipis yang sangat populer di kalangan masyarakat karena sifatnya yang renyah, gurih, tidak terlalu mengenyangkan dan tersedia dalam aneka rasa seperti asin, manis, dan pedas. Keripik sangat praktis karena kering, sehingga lebih awet dan lebih mudah disajikan kapanpun.
Bisnisnya juga menarik karena nilai jual produknya cukup tinggi. Selain dijual dalam bentuk segar, buah jenis tertentu juga berpeluang dipasarkan dalam bentuk olahan, misalnya sebagai keripik buah. Saat ini di pasaran tersedia keripik buah yang dijual dengan harga sekitar Rp15.000/200 gram atau Rp75.000/kg. Berbeda dari chips alias keripik berbahan dasar pati, keripik ini berasal dari buah yang digoreng dengan teknologi penggorengan vakum (vaccum frier). Hasilnya, keripik masih terlihat dalam bentuk buah aslinya. Selain itu, keripik buah juga menampakkan penampilan menarik, dan yang terpenting, rasa buahnya dijamin asli.
Ragam buah yang kini populer dibuat keripik, antara lain nangka, apel, nenas, pepaya, dan mangga. Ketersediaan bahan baku di suatu daerah merupakan salah satu faktor penting dalam industri keripik buah. Untuk industri keripik buah besar, dibutuhkan sekitar lima ton bahan baku (buah segar) dalam sekali proses penggorengan agar efisien dalam pemakaian mesinnya. Keripik buah tersebut kemudian dipasarkan hingga ke luar Pulau Jawa, bahkan ekspor.
Untuk menyiasati tingginya biaya pengemasan flexible packing, produsen keripik dari kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menggunakan aluminium foil. Kemasan yang kedap udara ini dapat menghindari menurunnya kualitas keripik. Untuk investasi mesin vakum, mereka memilih sesuai volume produksi
Pasar keripik buah ala UMKM umumnya membidik kawasan wisata dan toko jajanan yang ada di sekitar kota. Melalui cara ini, mereka mampu berkembang dengan baik. Bahkan, keripik buah produksi pengusaha besar kalah bersaing industri besar karena jenis produk yang beragam dan harganya jauh lebih murah.
Melalui program KBA-DSA ini, kami bersyukur PT. Astra Internasional turut andil, dalam memberikan program pelatihan dan pendampingan bagi masyarakat, baik dalam bentuk pelatihan hardskill, quality control product, manajemen keuangan keluarga, pendampingan kelompok usaha, serta monitoring dan evaluasi.
Dari dukungan itu, dapat membantu desa dan mengembangkan masyarakatnya dengan mengintegrasikan empat pilar. Di antaranya yakni, pendidikan, kesehatan, lingkungan dan kewirausahaan. Tentu sekaligus meningkatkan ekonomi lokal masyarakat melalui pengembangan produk unggulan.
Pengembangan produk unggulan desa oleh Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) maupun Badan Usaha Milik Desa bersama (BUM Desma), diharapkan menjadi pemantik penguatan ekonomi dan investasi skala mikro. Ini juga memiliki peranan penting dalam membangkitkan produk lokal, dan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).
Pencapaian KBA dan DSA ini tidak lepas dari peranan local champion masing-masing kampung dan desa. Astra sangat mengapresiasi dan bangga kepada seluruh local champion kampung dan desa, yang secara konsisten mengupayakan peningkatan taraf hidup masyarakat dan berinovasi dalam berbagai kesempatan

0 komentar:
Posting Komentar