Sabtu, 24 Desember 2022

Caraku menikmati liburan dengan Traveloka


Tidak terasa bentar lagi sudah mau berganti tahun, kalau sudah berganti tahun seperti ini biasanya aku suka merencanakan jalan-jalan ke tempat yang bisa untuk membuat moment berharga. Sehingga tiap tahun aka nada kenangan yang bisa disimpan.

Nah biasanya aku suka pakai aplikasi Traveloka. Karena dengan Traveloka aku bisa pesan tiket pesawat,Bus, Kereta api, dan booking hotel. Pakai Traveloka juga lebih menghemat waktu dan hargannya jadi lebih hemat.

Ngomongin soal liburan aku jadi ingat liburan yang menurutku paling berkesan pakai Traveloka untuk pertama kalinya. Nah aku pernah liburan ke Goa Jepang yang ada di Bandung.

 

Saat itu aku masih bingung caranya aku harus pesan tiket pesawat, apalagi aku masih sibuk kerja jadi gak ada waktu buat kea gen tiket. Tapi kebetulan temanku yang juga berencana mau jalan-jalan kasih aku tips agar download Traveloka. Katanya kalau pakai Traveloka aku bisa lebih mudah dan cepat buat pesan tiket. Jadinya aku waktu itu minta tolong buat diajarin cara memakai Traveloka.

Ini dia caranya yang diajarkan temanku saat itu,

1.      Buka aplikasi atau situs resmi Traveloka.

2.      Login akun Traveloka.

3.      Pilih menu Tiket Pesawat Traveloka.

4.      Cari penerbangan dengan mengisi kota keberangkatan dan kota tujuan, tanggal berangkat, dan jumlah penumpang.

5.      Klik Cari.

6.      Halaman akan menampilkan pilihan penerbangan dari berbagai maskapai, jam keberangkatan, dan harga tiket pesawat Traveloka.

7.      Pengguna bisa menggunakan fitur Filter untuk memudahkan memilih tiket pesawat Traveloka.

8.      Pilih penerbangan yang sesuai dengan keinginan.

9.      Pada Ringkasan Penerbangan, klik Pilih. Isi Data Pemesan lalu klik Lanjutkan.

10.  Lakukan pembayaran setelah memilih metode pembayaran yang diinginkan. Pastikan jumlah yang dimasukkan sesuai dengan total harga tiket pesawat Traveloka.

11.  Selesai.

Setelah aku coba ternyata tidak ribet, mana saat akan melakukan pembayaran sudah disediakan berbagai metode pembayarannya yang bisa dipilih. Selain itu temanku juga bilang kalau di Traveloka suka ada promo atau diskon yang potongannya lumayan. Jadi aku bisa lebih berhemat.

 

Maka aku untuk pertama kalinya liburan ke tujuanku saat itu Goa Jepang di bandung dengan pesan tiket pesawat dari Traveloka.

Dan setelahnya aku sampai sana,karena aku tidak  bisa langsung pulang aku iseng-iseng mutusin buat Check in hotel yang ada di bandung saat itu. Nah aku pakai lagi Traveloka. Awalnya lumayan khawatir kalau aku salah, tapi dengan baca panduan yang di Traveloka aku akhirnya bisa.

1.      Nah pertama untuk pesan kamar hotel di Traveloka cukup buka aplikasinya

2.      lalu Mulai pencarian hotel kamu dengan memasukkan destinasi, tempat wisata, atau nama hotel, dan waktu menginap.

3.      Kamu juga bisa menyesuaikan tanggal dan jumlah kebutuhan kamar maupun tamu. Klik Search Hotels.

4.      selanjutnya Di halaman hasil pencarian, pilih kamar hotel yang kamu kehendaki.

5.      Kamu juga bisa menyesuaikan filterisasi sesuai kebutuhan menurut harga, rating, maupun popularitas.

6.      Klik dua kali untuk mengetahui detail kamar yang kamu pilih

  1. Di halaman detail hotel, pilih jenis dan jumlah kamar yang ingin kamu pesan.

8.      Klik Select Room untuku melihat berbagai layanan kamar seusai kebutuhanmu. Jika sudah, klik Book Now.

9.      Isi data pemesan yang dapat dihubungi dan data tamu yang akan menginap. Kamu pun dapat menambahkan asuransi perjalanan ke pesanan hotel serta menambahkan request yang ditawarkan lainnya.

10.  Klik Continue Booking.

Nah ternyata mudah dan cepat tidak sesulit yang aku bayangkan. Jadi aku sudah tidak perlu pergi langsung ke hotelnya untuk pesan secara langsung atau mengecheck apakah kamar hotel tersebut masih ada yang ready atau tidak.

 

Setelah menginap satu malam aku paginya mulai deh lanjut ketempat tujuanku yaitu Goa Jepang Bandung. Kenapa aku dulu pengen banget kesini? Karena aku suka dengan tempat-tempat bersejarah yang menurutku unik dan mengundang rasa penasaran. Apalagi dengan melihat langsung kita jadi bisa lebih secara langsung melihat tempat tersebut tidak hanya sekedar didalam buku sejarah.

 

Goa Jepang ini sendiri adalah sebuah bangunan lorong yang berada di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Tempat ini dibangun pada masa penjajahan Jepang di Indonesia sebagai tempat penyimpanan amunisi, senjata, juga lokasi untuk berkomunikasi dari radio pada zaman perang.

 

Adapun sejarah Goa Jepang ini adalah Goa yang didirikan oleh militer Jepang tahun 1942. Awalnya tempat ini dijadikan barak militer dan perlindungan para tentara Jepang. Goa Jepang memiliki empat pintu masuk dan dua lubang penjagaan, yang semuanya menyambung. Juga ada empat kamar yang digunakan oleh para panglima perang Jepang untuk beristirahat dan mengatur strategi.Terdapat 18 bunker yang masih dalam keadaan sama seperti aslinya. Bunker – bunker ini pun memiliki fungsi yang berbeda – beda, misalnya sebagai tempat pengintaian, tempat penembakan, ruang pertemuan, gudang dan dapur. Bunker – bunker ini dibangun dengan jarak berdekatan, sekitar 30 meter. Konon, untuk membangun Goa Jepang ini, militer Jepang memanfaatkan masyarakat Indonesia secara paksa atau kita kenal dengan Romusya. Konon, banyak rakyat Indonesia yang terlibat dalam romusya (kerja paksa) ini tewas dalam pembuatan goa ini.

 

Dinding goa tidak disemen, masih seperti aslinya yaitu berupa batu-batuan kecil dan tidak dialiri listrik. Konon, goa Jepang ini merupakan gunung batu, dari letusan Gunung Sunda yaitu laharnya Gunung Tangkupan Perahu yang mengeras ribuan tahun lalu. Dipahat secara manual dibuat menjadi goa, dan dikerjakan selama 3 tahun, yaitu dari tahun 1942 – 1945. Ketika Jepang kalah, pembangunan Goa Jepang ditinggalkan begitu saja sebelum selesai. Lalu, Goa Jepang kembali ditemukan pada tahun 1965 lengkap dengan seluruh isinya.

 

Luas keseluruhannya sekitar 550 m, dari pintu masuk Goa ke dalam paling ujung kurang lebih 65 meter. Waktu yang diperlukan untuk menyusuri di dalam Goa Jepang ini sambil mendengarkan pemandu wisata hanya 15 – 20 menit saja!(Nil)

Untuk lokasinya sendiri Tepatnya bangunan ini berlokasi sekitar 500 meter dari gerbang utama Taman Hutan Ir. H. Djuanda di Dago Pakar yang juga menjadi hutan konservasi di kawasan Bandung sekaligus memiliki beberapa tempat wisata alam dan sejarah lain seperti Tebing Keraton dan Goa Belanda.

 

Untuk wisatawan yang baru kemari maka hal pertama yang akan dilihat adalah;

Mulai dari Pintu: Terdapat empat pintu masuk ke dalam lokasi yang saling terhubung satu sama lain dan memberikan akses ke dalam. Pintu paling besar adalah pintu ketiga yang menjadi tempat keluar masuk kendaraan.

Lanjut Kamar: Ada empat kamar yang digunakan oleh para panglima perang Jepang untuk beristirahat dan mengatur strategi.

Disana juga ada Bunker: Terdapat 18 bunker yang jaraknya saling berdekatan, sekitar 30 meter. Masing-masing bunker memiliki fungsi berbeda seperti tempat penembakan, untuk mengintai, ruang pertemuan, dapur, juga gudang.

Juga kita bisa melihat Lorong: Ada empat lorong yang terhubung dengan pintu dengan bentuk berkelok-kelok. Lorong ini memiliki ventilasi sebagai pertukaran udara. Namun untuk cahaya, pengunjung perlu membawa senter atau menyewanya seharga Rp 5.000.

Disana aku menikmati keunikan setiap goanya yang katanya selain unik juga menyimpang cerita mistis Konon, lorong kedua dan ketiga gua ini, dulunya adalah lokasi jebakan yang digunakan sebagai pertahanan tentara Jepang dari musuh. Pada proses pembangunan gua ini pihak Jepang banyak mempekerjakan orang Indonesia. 

Saat itu orang-orang Indonesia yang menjadi pekerja tidak diperhatikan kesehatan dan kesejahteraannya. Oleh karenanya, banyak pekerja itu yang tewas selama proses pembangunan gua.

Suasana kian mencekam ketika kalian mengetahui bahwa ada 18 bunker di dalam gua yang pada saat itu dijadikan tentara Jepang lokasi untuk berbagai keperluan. Ada yang untuk ruang tawanan perang, ruang pertemuan, gudang, hingga ruang eksekusi romusha.

Di luar keeksotisannya sebagai  bangunan sejarah, gua ini memiliki cerita misteri yang cukup populer. Yaitu, siapapun dilarang untuk mengucapkan kata "lada" pada saat berada di area gua.  

Menurut cerita masyarakat, kata lada ternyata berkaitan dengan nama tokoh masyarakat yang begitu dihormati di daerah tersebut, yaitu Eyang Lada Wisesa. Konon, masyarakat yang menyebut kata lada akan mengalami kejadian mistis misalnya tiba-tiba jatuh, diperlihatkan sosok-sosok hantu dan yang paling parah adalah kerasukan di sekitar area gua.

Berdasarkan kisah tersebut, masyarakat percaya wisatawan yang seenaknya menyebutkan kata "lada" sama saja berperilaku tidak sopan dan melanggar hukum sakral. 

Selain itu, karena banyaknya kematian yang terjadi di masa lalu dalam gua ini, banyak kisah dari masyarakat yang menceritakan kejadian-kejadian mistis. Masyarakat juga sering mendengar suara tangisan perempuan yang diduga berasal dari seorang perempuan yang pada zaman dulu menjadi jugun ianfu bagi tentara jepang.

Untuk mengabadikan moment saat mengunjungi Goa Jepang tersebut aku tidak lupa meminta pemandu wisata disana untuk memfotoku sebagai kenangan.

 

Nah itu dia pengalaman pertamaku dengan Traveloka yang tidak bisa aku lupakan, dan sekarang aku berharap untuk tahun ini Kembali bisa berwisata ketempat bersejerah dengan Traveloka. Wish Listku sih adalah pergi ke Kraton Ratu Boko yang ada di Yogyakarta.

Aku suka dengan sejarahnya yaitu Pada abad ke 17, ada seorang warga eropa yang sempat berkunjung ke Jawa, tepatnya di wilayah Bokoharjo. Hanya saja, orang tersebut tidak menemukan situs yang dimaksud. Orang eropa yang masih penasaran dengan situs ini pun bercerita dengan H.J. De Graff orang Belanda yang kemudian dilakukanlah sebuah penelitian oleh FDX Bosch yang pada akhirnya ditemukanlah reruntuhan ini.

Menurut Prasati Abhayagiri wihara yang mempunyai angka 792 M Situs Ratu Baka merupakan tempat Rakai Panangkaran yang mengundurkan diri dari Raja Mataram karena, membutuhkan sebuah ketenangan. Kemudian, Rakai Panangkaran membangun sebuah wihara yang disebut Abhayagiri Wihara.

Ada pula sebuah cerita yang berkembang bahwa Ratu Boko ini diambil dari sebuah nama yang juga mengacu pada Ayah dari legenda Roro Jonggrang. Cerita ini sudah berkembang pesat di kalangan masyarakat sekitar. Keraton Ratu Boko sudah digunakan pada masa dinasti Syailendra.

Situs Ratu Boko merupakan peninggalan Agama Budha. Karena, Rakai Panangkaran diketahui beragama budha. Hal ini diketahui dengan adanya Arca Dyani Budha Tetapi, Situs ini pun bisa juga disebut dengan situs peninggalan agama Hindu dengan ditemukannya Arca Durga, Yoni, dan Ganesha

Nah adanya peninggalan Arca itu menarik minat saya untuk bisa melihatnya secara langsung.

Selain sejarahnya yang menarik minatku Adapun arsitekturnya yang terlihat unik saat di gambar.

 Gerbang situs ini terdiri dari 2 gerbang yaitu, dalam dan juga luar yang terletak di bagian barat situs. Gerbang luar memiliki ukuran yang lebih kecil daripada Gerbang dalamnya yang merupakan sebuah gerbang utama keraton. Gerbang ini disusun dengan gapura paduraksa. Gerbang luar berjumlah 3 dan berjumlah 5 untuk Gerbang utama.

Ada pula tulisan Panabwara. Dimana diketahui Panabwara adalah nama anak dari Prabu Rakai Panangkaran. Menurut sejarah yang tercatat Prabu Rakai Panangkaran adalah penguasa dari Kerajaan Ratu Boko.

Kompleks ini ada sebuah bangunan yang menyerupai candi yaitu Batu Kapur dan Batu Putih di bagian timur laut. Candi ini dinamakan dengan Batu kapur karena, fondasi dari candi ini adalah Batu Kapur. Hanya saja, bagian atas dari candi ini sudah hilang.

Nah itu dia tujuanku selanjutnya yang kuharap bisa kulakukan ditahun ini, aku sangat suka mengunjungi berbagai macam tempat bersejarah

Nah itu dia keseruanku untuk menjalani hari dengan caraku #LifeYourWay

Jangan lupa pakai Traveloka buat mudahin perjalananmu nih

0 komentar: