Gunungkidul
merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Yogyakarta yang memiliki beraneka
tempat wisata alam dan kuliner yang khas. Tempat ini merupakan salah satu
lokasi yang amat saya rindukan dikala Ramadhan. Lokasinya yang asri dan sejuk
masih sangat khas sekali dengan suasana pedesaan.
Di bulan
Ramadhan pun Gunungkidul tetap menjadi idola bagi para traveler karena bisa tetap
travelling tanpa meninggalkan ibadah puasa. Beberapa lokasi wisata alam yang
perlu banget kamu kunjungi saat berada di Gunungkidul, yaitu :
- Pantai
Baron
- Pantai
Ngobaran
- Pantai
Sundak
- Pantai
Kukup
- Gua
Pindul
- Gua Kalisuci
- Gua
Jomblang
- Gua
Gelatik
- Gua
Seropan
- Gua
Rancang Kencono
- Gua
Braholo
- Pantai
Ngrenehan
- Pantai
Gesing
- Pantai
Nguyahan
- Pantai
Jogan
- Pantai
Pok Tunggal
- Air
Terjun Sri Gethuk
- Pantai
Siung
- Gunung
Nglanggeran
- Tegalarum
Adventure Park
- Embung
Batara Sriten
- Puncak
Kosakora
Sebenarnya banyak sekali wisata
alam yang belum disebutkan bahkan ada wisata alam yang belum diresmikan masih
benar – benar alami. Jadi selama Ramadhan bisa dijadikan aktivitas travelling
disiang hari.
Saat
berbuka puasa tiba pun tidak perlu bingung karena banyak pilihan wisata kuliner
yang bisa kamu jelajahi menjelang waktu magrib. Beberapa wisata kuliner yang
bisa dikunjungi selama di Gunungkidul, yaitu :- Sego
abang Mbah Jirak / Lesehan Pari Gogo
- Thiwul
Yu Tum
- Sate
kambing Pak Turut
- Ayam
Goreng Pak Parman
- RM
Seger Waras
- Ayam
Goreng Sri Pendowo
- Bakmi,
Soto & Ayam Goreng Mbah Noto
- Soto
Tan Proyek
- RM
Jawa Bu Sudar
- Pondok
Makan dan Pemancingan Sekar Kusuma
Masing – masing lokasi menghidangkan
sajian yang khas Gunungkidul dan memiliki cita rasa yang hanya bisa ditemukan
di kota ini. Maka buka puasamu akan semakin komplit dengan sajian khas Gunungkidul.
Tidak hanya
wisata alam dan kuliner yang menjadi unggulan di Gunungkidul tetapi ada
beberapa hal yang membuatku rindu untuk menjalankan ibadah puasa disana seperti
acara bebuka puasa Bersama di masjid dengan sajian menu takjil yang unik, solat
tarawih berjamaah di temani suara percikan air sungai, dan suasana jalan pagi
hari sesudah solat subuh yang biasa dilakukan oleh warga. Menjelang
Lebaran pun suasananya lebih ramai lagi ketimbang puasa. Yang pasti ramai
adalah suasana pasar dimana warga mempersiapkan hari lebaran. Selain itu ada
tradisi yang tak bisa dihilangkan yaitu ziarah makam sebelum lebaran. Saling antar
makanan saat malam takbiran serta ada takbir keliling kampung dengan membawa
obor.
Saat lebaran
tiba pun warga akan berbondong – bondong sejak pukul enam pagi menuju ke lapangan
untuk menjalankan ibadah sola tied berjamaah. Dilapangan itu banyak sekali
warga dari beberapa desa sehingga banyak sekali akan jumpa sanak family dari
desa yang berbeda.
Suasana
Ramadhan di Gunungkidul itulah yang membuatku rindu dan jatuh hati. Namun
disaat pandemi pemerintah melarang mudik untuk kebaikan warga disana. Meskipun
berat tetapi harus tetap dijalani karena protocol Kesehatan tersebut sangat
disarankan demi kebaikan Bersama.
Namun saya tidak
cemas karena masih bisa berbagi kebahagian bersama kelurga di Gunungkidul
dengan mengirimkan bingkisan seperti sembako, baju lebaran dan bahkan kue
lebaran melalu ekpedisi JNE. JNE memastikan
pelayanan pengiriman barang selama Ramadan dan Idulfitri akan tetap optimal
meskipun dilakukan selama pembatasan sosial seiring pandemi Covid-19. JNE punya
protokol untuk memastikan karyawan selalu diukur suhu tubuh, menggunakan masker
dan cairan pembersih tangan, serta mengonsumsi multivitamin. Demikian juga jika
customer datang ke counter akan menjalani prosedur
yang sama. Untuk barang kiriman, selalu di semprot dengan cairan disinfektan
untuk meminimalisasi penyebaran virus Covid-19. JNE juga tetap
melayani pengiriman barang ke seluruh wilayah di Indonesia meski saat ini
terjadi pengurangan jumlah penerbangan. Selain itu, bisnis jasa pengiriman
barang juga menjadi salah satu bidang usaha yang dikecualikan dari pembatasan
sosial atas rekomendasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Bagi masyarakat yang tidak bisa melakukan ritual
mudik menyambut hari raya, JNE memberikan layanan Pesona atau Pesanan Oleh-oleh
Nusantara hasil kerja sama dengan 2000 usaha kecil kuliner di berbagai daerah
dengan lebih dari 6000 varian makanan. Dengan layanan ini, pelanggan bisa
mengirimkan oleh-oleh bagi kerabatnya di mana saja, tanpa harus melakukan mudik
ke kampung halaman. Saat ini, JNE memiliki mitra kerja sama outlet
sebanyak 6000 badan usaha yang tersebar di 7000 titik. Pihaknya masih membuka
peluang kerja sama outlet dengan masyarakat yang ingin mengembangkan usaha.
Mitra hanya perlu menyiapkan badan hukum, lokasi, serta deposit, sedangkan JNE
akan melakukan pelatihan SDM.
Jadi, kita tak
perlu lagi khawatir kerinduan kita akan kampung halaman dapat terobati berkat
JNE yang siap mengantar parcel kita ke keluarga dikampung.
#JNE
#JNERamadhan2021
#BlogBerkahRamadhanAntarkanKebahagiaan #BahagiaBersama
0 komentar:
Posting Komentar